Feeds:
Posts
Comments

Seperti apa makna Ibadah Minggu di gereja HKBP ? Beberapa jemaat khususnya kaum muda menganggap Ibadah di HKBP monoton. Pertanyaan adalah apakah mereka memahami makna Ibadah Minggu di HKBP ? Jangan-jangan mereka berkata demikian karena ketidakpahaman mereka. Semoga rangkuman ini menjadi pencerahan bagi warga jemaat.

Ketika kita memasuki gedung gereja kita (sebagai contoh HKBP Bonang Indah – Tangerang  ), maka dapat kita katakan ruang gereja itu dapat dibagi menjadi dua bagian.

Bagian pertama ialah bagian tempat duduk untuk anggota jemaat, yaitu bangku-bangku yang berjejer di dalam gedung. Saya memahami bagian pertama ini sebagai bagian wilayah dunia yakni bagian tempat para umat Tuhan yang akan bertemu dengan Tuhan. Itulah yang diajarkan kepada saya pada waktu kami masih belajar sebagai calon sintua.

Bagian kedua ialah altar. Adapun altar itu dipahami sebagai wilayah kudus. Bagian kedua ini diartikan sebagai wilayah surgawi. Oleh karena itu bagi kita, altar itu pun kudus adanya. Di tengah-tengah altar ada sebuah peti berupa meja empat persegi panjang, persis di depan mimbar khotbah yang selanjutnya melekat ke tembok dimana diatasnya ada salib. Meja altar tersebut, dipahami sebagai meja makan Tuhan karena di atas meja itu diletakkan roti dan anggur perjamuan. Ketika pelayanan sakramen perjamuan kudus kita di undang untuk menghadiri upacara makan bersama di sekitar meja makan Tuhan (itulah sebabnya kita berdiri di depan altar ketika menerima roti dan anggur perjamuan).

Menurut pemahaman saya setelah persembahan selesai di kumpulkan oleh kolektan, maka persembahan tersebut yang kita persembahkan kepada Tuhan seyogyanya di taruh di atas meja makan Tuhan. Mengingat persembahan adalah sesuatu yang kudus maka tempat yang paling pas adalah meja makan Tuhan, bukan seperti sekarang di taruh di luar altar (di atas kotak kayu persembahan).

 Dalam setiap ibadah di gereja kita berdirilah seorang perantara, antara “wilayah Ilahi”dengan anggota jemaat “wilayah dunia”. Kita melihat secara kasat mata, dia yang berdiri di sana adalah seorang sintua (malim). Tetapi pada hakekatnya, secara iman, dia yang berdiri itu adalah Tuhan Yesus Kristus. Sebab hanya Dia yang dapat mengantarai manusia dengan Allah. Dialah satu-satunya perantara manusia dengan Allah. Jadi sintua yang berdiri di altar itu adalah representasi dari Tuhan Yesus Kristus. Oleh karena itu, betapa pentingnya Sintua yang maragenda sadar betapa kudus tugasnya memimpin ibadah tersebut.

Ia berdiri di sana atas nama Tuhan, untuk memimpin ibadah perjumpaan antara jemaat dengan Allah. Kita tahu tidak ada manusia yang dapat mempertemukan Allah dengan manusia kecuali Tuhan Yesus Kristus.

Jadi jelas, tugas sintua maragenda adalah mempertemukan Allah dengan manusia di dalam ibadah minggu itu.

Dari tata letak “meja makan Tuhan” dengan bangku-bangku, kita lihat ada jarak pemisah. Memang jarak antara Allah yang kudus dengan manusia yang berdosa cukup jauh. Jarak surga dan dunia juga cukup jauh. Itulah sebabnya dibutuhkan seorang perantara, agar dimungkinkan pertemuan dan terjadi komunikasi di dalam pertemuan itu. Ketika Tuhan Yesus berdiri di altar tersebut, di dalam diri sintua yang menjadi liturgis, maka manusia yang duduk di bangku-bangku itu pun dapat mengadakan komunikasi dengan wilayah surgawi, yaitu altar. Sekarang yang menjadi pertanyaan ialah sudahkah semua sintua yang bertugas sebagai liturgis itu menyadari makna dari tugasnya tersebut ?

Kita datang ke gereja pada hari minggu, bukan hanya untuk mendengarkan firman Allah. Jika kita datang hanya untuk mendengarkan firman Allah, hal itu dapat kita lakukan di dalam rumah kita masing-masing. Kita datang ke gereja dan beribadah untuk berjumpa dengan Tuhan yang bangkit. Di dalam ibadah minggu, kita merefleksikan ibadah yang di selenggarakan oleh para malaikat di sorga. Di dalam Doa Bapa Kami, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita agar kita berdoa: “Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. “

Menurut kitab Wahyu pasal 4 dan 5, ada kebaktian di Sorga dilihat oleh Rasul Yohanes. Ibadah di Sorga itu memusatkan penyembahannya pada Dia yang duduk di tahta itu dan Dia yang berdiri di tengah-tengah tahta itu, Anak Domba seperti telah disembelih, yaitu Yesus Kristus sendiri dengan segala karya-Nya. Jadi inti sari dari ibadah Kristen ialah penyembahan kepada Allah dengan meninggikan karya Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah pusat dari ibadah Kristen.

Berbeda dengan ibadah beberapa aliran belakangan ini yang menonjolkan Roh Kudus dengan karunia-karunia-Nya, ibadah HKBP merefleksikan ibadah sorgawi yang dilaporkan kitab Wahyu.

Menurut DR. AA. Sitompul dalam bukunya mengenai tata ibadah, ada ibadah di tiga tempat. Ibadah yang pertama diadakan di Sorga, sebagaimana dilaporkan oleh kitab Wahyu. Ibadah kedua ada di bumi, maksudnya di dalam ibadah minggu yang kita lakukan. Dan ibadah yang ketiga ada di dalam hati kita. Ketiganya haruslah berada di dalam satu ikatan yang harmonis, seperti cord di dalam irama musik. Sorga mengambil nada do, sementara kebaktian minggu kita mengambil nada mi, dan yang terakhir hati kita mengambil nada sol. Setelah itu ketiganya sama-sama menyanyikan pujian kepada sang Bapa, Anak dan Roh Kudus! Bila nada yang mereka nyanyikan tidak pas, maka akan terasa nyanyian itu fals.

Banyak orang mengatakan bahwa ibadah HKBP monoton, tanpa lebih dahulu menggali makna dari ibadah itu sendiri. Ibadah kharismatik, yang sangat populer sekarang ini, bahkan di dalam hati warga HKBP, menurut pandangan saya sangat bersifat ekspresif. Hal yang sangat ditonjolkan di dalam ibadah itu adalah perasaan manusia.  Saya kurang melihat apa yang mereka refleksikan melalui ibadah itu!

Karya Allahlah yang harus direfleksikan di dalam ibadah, lalu manusia memberikan respons terhadap karya itu melalui penyembahannya.

Subyek yang paling dominan di dalam suatu ibadah ialah Allah. Itulah yang direfleksikan ibadah HKBP menurut penghayatan saya.

Sebelum kebaktian dimulai, biasanya parhalado partohonan (sintua) berkumpul lebih dahulu di konsistori. Pada dasarnya bukan hanya sintua yang bertugas pada hari itu yang harus hadir di dalam konsistori. Melainkan seluruh sintua yang datang ke dalam kebaktian tersebut. Sebab seluruh sintua adalah satu corps, mereka bertanggung jawab atas pelaksanaan kebaktian tersebut. Jadi sekalipun seseorang tidak bertugas pada hari itu, dia wajib masuk ke konsistori, minimal untuk mendoakan mereka yang bertugas pada hari itu. Itulah wujud dari tanggung jawab kepada Allah, yang telah memanggil sintua menjadi pelayan-Nya di jemaat tersebut.

Di konsistori sintua memeriksa seluruh acara yang akan di selenggarakan, tentang kelayakannya. Kemudian acara yang sudah di periksa tersebut di bawa ke hadirat Allah di dalam doa. Semua acara dari permulaan hinga akhir disampaikan di dalam doa, seolah-olah kita mengatakan kepada Allah, inilah yang akan kami lakukan di hadapan-Mu. Segala sesuatu yang tidak di doakan di dalam konsistori, seyogianya tidak dapat dilakukan di dalam ibadah. Kecuali warta yang sangat mendesak. Jangan sampai ada acara tambahan yang disampaikan kepada liturgis di tengah-tengah kebaktian.

Setelah parhalado berdoa, maka lonceng gereja dibunyikan (HKBP Bonang Indah tidak punya lonceng, maka biasanya pakai lonceng dari keyboard) yakni pertanda bahwa seorang  Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan akan datang memasuki tempat ibadah. Anggota jemaat pun memberi respons terhadap bunyi lonceng itu dengan mempersipkan diri (hohom). Maka parhalado pun memasuki ruangan. Selanjutnya Paragenda mengajak jemaat untuk mempersiapkan hati dan pikiran dengan doa pribadi (berdoa dalam hati).

ACARA KEBAKTIAN

1. JEMAAT MENYANYI

Kebaktian dimulai dengan jemaat menyanyi. Biasanya nyanyian yang dipilih untuk minggu itu disesuaikan dengan nama minggu di dalam Almanak HKBP. Seperti kita ketahui kalender gereja terdiri dari 52 minggu dalam satu tahun.

Pertanyaan sekarang diajukan kepada kita, mengapa kita menyanyi ? . Nyanyian pembuka (pertama) merupakan ajakan untuk berkumpul karena akan bertemu dengan Allah.

2. VOTUM / INTROITUS / HALELUYA / DOA

Apakah makna votum itu? Maknanya adalah peresmian. Dengan votum itu, kita percaya Allah berinisiatif hadir di dalam acara tersebut.

Sekali lagi .. inisiatif Allah untuk hadir melawat umatNya.

Ketika Allah mengatakan jadilah terang, maka terang itu pun jadi. Dengan diucapkan oleh liturgis”Di dalam nama Allah Bapa, dan di dalam nama Anak-Nya Yesus Kristus, dan di dalam nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi”, maka Allah secara nyata hadir di dalam ibadah itu dan mempersatukan kita menjadi satu marga di hadapan Tuhan (tidak ada lagi kaya-miskin, terhormat-hina dan lain sebagainya, melainkan kita sama dihadapan Allah dan tidak ada perbedaan).

Kehadiran dari Allah Tri Tunggal itu sekaligus menjadi dasar dari perjumpaan tersebut. Jadi jelas bukan karena marga, atau adat, maka ibadah itu dilakukan. Bukan juga karena nenek moyang, bukan karena latar belakang ekonomi, sosial, budaya, politik. Namun karena nama Allah semata-mata. Allah itu adalah Bapa kita, di dalam ibadah itu Ia menerima anak-anak-Nya. Ia adalah Bapa yang memelihara kehidupan kita. Yesus sebagai Anak, adalah saudara yang menyelamatkan kita dari dosa kita, Dia adalah Penolong yang memanggil, menyertai dan menguduskan Gereja-Nya.

Untuk merefleksikan semua yang telah dikerjakan-Nya itu, kita berkumpul untuk berjumpa dengan Dia. Di dalam perjumpaan itu, Ia mengutarakan isi hati-Nya kepada kita melalui firman dan sakramen. Sementara itu kita mengutarakan isi hati kita melalui nyanyian dan doa. Di samping makna votum seperti yang sudah kita utarakan di atas, maka kita juga dapat mengatakan bahwa dengan hadirnya Allah yang kudus di dalam ibadah itu, maka orang yang hadir di dalam ibadah itu pun dikuduskan oleh Allah yang kudus.

Oleh karena itu orang pada hakekatnya diharapkan untuk tidak datang terlambat, sebab ia tidak akan turut dikuduskan melalui votum tadi. Namun kenyataannya, banyak orang yang terlambat datang! Pertanyaan sekarang ialah: apakah mereka yang terlambat itu turut dikuduskan atau tidak? Jawabannya bisa ya, bisa juga tidak. Hal itu tergantung orang yang terlambat itu. Jika ia mengakui keterlambatan tersebut sebagai suatu kesalahan di hadapan Allah, maka ia turut dikuduskan. Jika tidak di akui, maka ia tidak turut dikuduskan.

Setelah votum itu, acara berikutnya ialah introitus. Allah mengatakan isi hati-Nya melalui firman yang sesuai dengan nama minggu itu. Sementara nama-nama minggu itu adalah refleksi dari karya Yesus Kristus, dari sejak awal sampai akhir. Seperti kita katakan di atas, kebaktian kita bersifat reflektif, maka dari sejak awal, Allah telah menyatakan isi hati-Nya kepada kita melalui introitus itu. Nats itulah yang akan membimbing kita di dalam minggu yang akan kita jalani. Ayat itu adalah ayat yang diperuntukkan bagi kita. Sebagai respons kita atas firman itu, maka kita menyanyikan Haleluya tiga kali. Seyogianya kita menyanyikannya dengan sukacita. Namun kita lihat kenyataan di dalam jemaat kita, seringkali Haleluya itu kita nyanyikan dengan lamban. Haleluya itu adalah ungkapan sukacita karena Allah telah berfirman kepada kita, pada hal Allah belum mempersoalkan dosa kita. Oleh karenanya seharusnya kita menyanyikan Haleluya itu dengan cepat.

Setelah Haleluya, kita mendengar perantara itu menaikkan doa. Sebagai perantara, maka dia berada di dalam dua sisi. Sisi yang pertama, ia di sisi Ilahi dan di sisi kedua di sisi manusia. Ketika ia mengutarakan votum, maka dia berada di sisi Allah. Ketika dia mengutarakan doa, maka itu adalah doa manusia, maka dia berada di sisi manusia. Ada orang mengatakan bahwa di Gereja Anglikan, liturgis itu ketika ia mengutarakan votum, maka ia berdiri di altar, tapi pada saat ia menaikkan doa, ia berpindah dari altar ke arah jemaat, dan berbalik menghadap altar untuk menaikkan doa tersebut. Dari sana sangat jelas bahwa ia berada di dua sisi. Seharusnya di dalam ibadah kita pun dilaksanakan. Namun karena hal itu dari sejak semula tidak dilaksanakan, maka kita tidak tahu bahwa demikianlah maknanya. Seperti yang sudah kita katakan di atas, sintua itu menaikkan doa jemaat, dan karena yang berdoa itu adalah perantara Manusia dengan Allah (Tuhan Yesus) di dalam diri sintua tersebut, maka kita dapat katakan bahwa doa itu akan didengar Allah. Tuhan Yesus juga membawakan doa-doa yang dinaikkan jemaat di dalam hatinya ketika mereka sedang berdoa di bangku-bangku mereka tatkala kebaktian belum dimulai. Karena doa itu adalah doa-doa kita juga, maka kita pun harus mengaminkan doa itu di dalam hati kita.

3. JEMAAT MENYANYI

Seperti telah diutarakan di atas, nyanyian adalah respons terhadap Allah, karena Ia telah hadir, ia menguduskan kita, Ia telah menerima doa-doa kita. Alangkah indahnya, jika kita menyanyikan pujian itu dengan segenap hati. Untuk itu kita seyogianya telah tahu lebih dahulu lirik dari nyanyian itu, karena kita telah membaca lebih dahulu, karena kita tidak terlambat datang, karena itu dapat mempersiapkan diri dengan baik.

4. HUKUM TUHAN

Sementara kita menyatakan isi hati melalui nyanyian, liturgis akan menyatakan isi hati Allah. Ia berkata: Dengarlah hukum Tuhan Allah!

Allah yang kudus di dalam kasih-Nya Ia menerima orang beriman. Namun kita harus mengenal diri kita. Hukum Tuhan di dalam pemahaman Gereja kita adalah ibarat cermin. Hukum Tuhan adalah kehendak Allah, jalan yang harus ditempuh oleh umatNya. Pada saat kita mendengar hukum Tuhan dibacakan, maka seyogianyalah kita menemukan diri kita di dalam perspektif kehendak Allah. Tentulah sebagai respons terhadap hal itu kita berdoa untuk memohon kekuatan untuk melakukan kehendak Tuhan tersebut.

5. JEMAAT MENYANYI

Kita memberi respons kepada hukum Tuhan itu dengan nyanyian. Tentulah kita akan menyanyi dengan segenap hati.

6. PENGAKUAN DOSA

Pada saat kita mendengarkan hukum Tuhan dan kita membuat itu sebagai cermin, maka tentulah kita akan menemukan diri kita di dalam kesalahan. Karena itu kita berdiri di hadapan Allah untuk mengaku dosa-dosa kita. Hanya mereka yang tidak menyadari dosa-dosanya yang tidak mau berdiri di hadapan Allah yang maha kudus  untuk mengaku dosa-dosanya. Liturgis dari sisi insani membawakan pengakuan dosa itu ke hadapan Allah. Dari keberadaan seperti itu kita tahu bahwa liturgis itu bukan membacakan kalimat-kalimat di dalam agenda, melainkan melakonkan acara itu di hadapan Allah. Oleh karena itu pula intonasi dari suara sintua ketika mengucapkan doa itu berbeda dengan intonasi dari ucapan berita pengampunan dosa. Dimana pada sisi itu, ia berada di sisi Ilahi ketika ia mengucapkannya. Selah liturgis selesai mengucapkan doa tersebut, kepada kita diberikan kesempatan untuk mengaku dosa-dosa kita secara pribadi di iringi instrumentalia agar semakin khusuk. Kemudian kita mendengar janji Allah tentang pengampunan dosa. Apakah otomatis pengampunan itu dialami oleh setiap orang yang hadir di dalam ibadah itu? Tentulah tidak! Pengampunan itu hanya diterima oleh orang-orang yang sungguh-sungguh mengaku dosanya dan rindu akan keampunan dosanya, merekalah yang mendapatkan pengampunan dosa itu.

Kita langsung mendengar janji Allah tentang pengampunan dosa. Selanjutnya liturgis itu menyuarakan “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi” ia menyuarakan itu dari sisi insani. Jemaat akan menyambut doxologi ini dengan Amin. Barulah kita duduk kembali.

7. JEMAAT MENYANYI

Setelah kita menerima pengampunan dosa, wajarlah kita memberi respons dengan nyanyian yang diungkapkan dengan segenap hati kita dan segenap jiwa.
Seperti yang sudah dikatakan diatas. Ibadah kita adalah responsoria bentuknya. Melalui responsoria seperti itu, kita mengalami perjumpaan dengan Allah.

8. EPISTEL

Setelah menyanyi, liturgis akan menyuarakan nats epistel untuk minggu itu. Epistel memberi arahan tentang petunjuk praktis di dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan tentang nats ini kita sudah dengar di dalam kebaktian partangiangan wijk yang diselenggarakan jemaat kita setiap minggu. Sekarang kita mendengarkannya kembali untuk kita lakukan di minggu ini. Bagaimana dengan orang yang tidak datang pada partangiangan wijk? Seyogyanyalah ia akan mempersiapkan diri di rumah sebelum datang ke Gereja, sebab kita memiliki Almanak HKBP. Karena Epistel adalah petunjuk praktis, maka liturgis menutup pembacaan firman Tuhan itu dengan ucapan “Berbahagialah orang yang mendengar firman Allah dan melakukannya”

9. JEMAAT MENYANYI

Kita memberi respons di dalam bentuk nyanyian. Liriknya tentulah sebagai satu pernyataan melakukan firman Allah.

10. PENGAKUAN IMAN

Setelah nyanyian itu kita diundang untuk bangkit berdiri untuk mengucapkan pengakuan iman rasuli. Ucapannya adalah sebagai berikut: “Bersama-sama dengan saudara-saudara seiman di seluruh dunia” satu pertanyaan perlu diajukan, siapa saja yang dimaksudkan dengan saudara-saudara seiman di seluruh dunia itu? maksudnya tentulah tidak hanya orang-orang Kristen yang hadir pada waktu itu, juga bukan hanya orang Kristen yang hidup di Kristen yang sudah mendahului kita. Mereka itu adalah saudara-saudara seiman kita. Jadi tatkala kita berdiri untuk mengaku iman percaya kita maknanya ialah apa yang saya ucapkan tentang diri saya itu tidak berbeda dengan apa yang diimani oleh Nomensen, demikian juga dengan orang Batak yang pertama-tama menerima Injil itu. Sama seperti mereka berdiri mengaku iman yang murni itu, demikian juga kita mengungkapkannya. Bahkan bukan hanya itu saja. Di tempat itu hadir juga orang-orang Kristen dari generasi yang akan datang. Mereka hadir di dalam diri Kristus. Sebab HKBP adalah salah satu dari penampakan tubuh Kristus yang berasal dari segala kaum dimuka bumi ini. Tubuh Kristus adalah Gereja yang tidak kelihatan, mencakup seluruh totalitas orang Kristen dulu, sekarang dan nanti. Bilamana kita memahami HKBP adalah salah satu penampakan tubuh Kristus , maka ketika kita beribadah, itu adalah ibadah dari tubuh Kristus. Maka di sana hadir juga orang yang tidak hadir. Sama seperti yang dikatakan Musa di padang gurun kepada bangsa Israel, bukan hanya dengan kamu saja aku mengikat perjanjian dan sumpah janji ini, tetapi dengan setiap orang yang ada di sini pada hari ini bersama-sama dengan kita, yang berdiri di hadapan Tuhan Allah kita, dan juga dengan setiap orang yang tidak ada di sini pada hari ini bersama-sama dengan kita.

Orang yang hadir di dalam ibadah itu “secara iman” tetapi tidak hadir secara fisik, mereka itu adalah generasi pendahulu, dari masa yang lalu dan generasi yang akan datang. Jadi jika seorang pemuda berdiri di situ dan mengaku imannya, maka di dalam dia hadir juga anak cucunya kelak. Bersama pemuda itu, anak cucunya yang ada di dalam dia, hadir juga dia,turut juga mengucapkan pengakuan iman tersebut itu. Argumen untuk itu sudah dikatakan di atas, yaitu di dalam Kristus. Argumen tambahan kita utarakan di sini, ialah menurut surat Ibrani, Ibrani.7:4-10 bahwa Lewi di dalam Abraham bapa leluhurnya, ia juga turut mempersembahkan perpuluhan kepada Melkisedek, tatkala Abraham mempersembahkan perpuluhan tersebut. Pada hal Lewi pada waktu itu belum lahir. Mengapa Lewi dikatakan turut mempersembahkan? Karena ia ada di dalam diri Abraham bapa leluhurnya itu. Sama seperti itulah pemahaman kita tatkala berdiri mengucapkan pengakuan iman itu. Kita mengucapkan hal itu di dalam Kristus, dan di dalam Kristus hadir juga generasi dahulu dan generasi nanti. Alangkah agungnya ibadah kita itu!

Di dalam pemahaman secara pribadi, tatkala kita mengucapkan pengajuan iman percaya itu, maka saya mengucapkan pengakuan itu dihadapan Allah dan para malaikatNya; di hadapan orang-orang percaya di sepanjang masa, dan juga di hadapan roh-roh jahat di udara! Orang-orang kudus yang telah mendahului kita itu, disebut penulis surat Ibrani sebagai para saksi ( Ibrani 12:1).

11. WARTA JEMAAT

Setelah kita mengaku iman percaya kita, maka tiba saatnya kita mendengar Berita dari sesama anggota keluarga Allah. Orang yang berdiri di sisi saya itu, di depan disamping dan dibelakang, adalah saudara satu Bapa di dalam Tuhan. Didalam persekutuan dengan Allah dan dengan sesama keluarga Allah, kita mendengar berita dari Allah, dan berita dari sesama. Di dalam warta jemaat itu, kita akan mendengar berita tentang kelahiran seorang anak di dalam kelauarga saudara seiman. Biasanya warta itu senantiasa diakhiri dengan sebuah doa : semoga Tuhan memberkati anak itu beserta orang tuanya. Kita pun turut meng-amin- kan hal itu di dalam hati. Bila kita berjumpa dengan kedua orang tua yang berbahagia itu, maka kita pun mengucapkan selamat berbahagia kepada mereka, sebagai respons aktif kita terhadap warta tersebut.

Melalui warta itu pun kita akan mendengar rencana saudara kita yang akan menikah. Kita pun wajib memeriksa kelayakan dari orang-orang yang akan menikah tersebut. Bilamana ada hal-hal yang tidak pas menurut RPP dari Gereja kita, maka wajiblah kita memberitahukan hal itu kepada pendeta dan parhalado untuk ditindaklanjuti. Namun jika kita tidak mengetahui ada hal-hal seperti itu, maka wajiblah kita mendoakan rencana pernikahan mereka itu, karena mereka adalah saudara kita. Jika kita berjumpa dengan mereka, atau kedua orang tua kedua belah pihak, kita pun akan menyampaikan salam kepada mereka, untuk menunjukkan bahwa kita turut bersukacita atas rencana pernikahan tersebut.

Kita pun mendengar warta dukacita tentang meninggalnya anggota keluarga Allah. Warta ini senatiasa ditutup dengan doa pula : semoga Tuhan memberikan penghiburan dan kekuatan iman bagi anggota keluarga yang berdukacita itu kitapun mengaminkan doa itu di dalam hati kita. Sebagai penampakan dari kata amin itu, maka kita pun pergi melayat ke rumah duka. Kita menghibur orang yang berduka itu di rumah duka dan mendoakan mereka di rumah kita masing-masing, karena mereka adalah saudara di dalam Tuhan.

Di dalam warta itu juga kita mendengar warta tentang keuangan jemaat kita dan warta-warta lain. Semuanya itu harus diberi respons sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Oleh karena itu seharusnya kita mendengar warta itu dengan sepenuh hati. Namun jika kita perhatikan sikap dari anggota jemaat pada saat warta jemaat banyak dari antara mereka yang acuh tak acuh, banyak yang ngobrol. Hal itu terjadi tentulah karena mereka tidak memahami makna dari warta jemaat di dalam ibadah kita.

12. JEMAATMENYANYI

Sebagai repons bersama terhadap warta itu, kita bersama sama menaikan pujian kepada Allah, sekaligus persiapan untuk mendengar firman Allah. Ingat respons kita senatiasa di dalam doa atau pujian. Di HKBP Bonang Indah kita sekaligus mengumpulkan persembahan kolekte 1A dan 1B.

 Beberapakali saya dengar liturgis mengatakan “Marikah kita bernyanyi sambil mengumpulkan persembahan” seolah acara pokok ialah bernyanyi; padahal acara pokoknya ialah mengumpulkan persembahan. Menurut hemat saya ucapannya seharusnya “Marilah kita mengumpulkan persembahan kepada Tuhan sambil kita bernyanyi” Acara persembahan itu bukanlah sambilan. Di dalam kitab Keluaran 23:15 kita baca bahwa Tuhan memerintahkan Israel jika datang kepada-Nya agar datang dengan persembahan dan tidak boleh dengan tangan hampa. Kita harus memahami persembahan itu adalah sesuatu yang kudus, sehingga persembahan itu seyogyanya telah disiapkan dari rumah. Kita menyerahkan persembahan itu dengan sukacita, sebab yang menerimanya ialah Allah Bapa kita. Mulut kita memuji Tuhan, sementara tangan kita pun memuji Dia di dalam persembahan itu. Jika kita konsisten dengan pemahaman bahwa yang berdiri di altar itu adalah Dia yang merepresentasikan Tuhan Yesus, maka menurut hemat saya liturgislah yang harus menerima persembahan itu dari para pengumpul persembahan. Namun perlu diingat bahwa persembahan itu harus ditaruh di meja Tuhan, bukan seperti sekarang ini ditaruh di peti tersendiri. Saya tidak dapat mengerti apa makna dari peti itu.

13. KHOTBAH

Seperti yang sudah diuraikan di atas, liturgis yang berdiri di altar itu pada hakekatnya bukanlah pribadi liturgis melainkan Yesus Kristus yang berdiri di sana; demikian juga halnya dengan pendeta yang berdiri di mimbar. Pendeta itu adalah representasi dari Yesus Kristus. Itulah sebabnya perkataan yang pertama keluar dari mulutnya ialah Damai sejahtera yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiranmu di dalam Kristus Yesus . Amin.” Jika kita melihat dia yang berdiri itu adalah manusia, maka tentulah tidak ada berkat yang datang dari dia. Namun jika mata iman kita melihat bahwa dia yang berdiri di altar itu adalah Tuhan sendiri, maka tentulah berkat akan mengalir dari Dia.

Kita datang ke dalam ibadah minggu bukan hanya untuk mendengar firman Tuhan, tetapi untuk berjumpa dengan Dia dan berjumpa dengan sesama saudara di dalam keluarga Allah. Sekalipun khotbah pendeta itu tidak terlalu pas dengan isi hati kita, namun kita harus sadar dengan tujuan ibadah kita tadi. Kita akan tetap mendapat berkat dari perjumpaan itu. jika nats Epistel adalah petunjuk praktis dalam kehidupan, maka Evangelium adalah doktrin iman Kristen. Sehingga ada keseimbangan antara etika ” petunjuk pratis ” yaitu epistel dan doktrin, yaitu evangelium setelah pengkhotbah menyampaikan isi hati Allah, maka sebagai wakil manusia ia menaikkan doa syafaat bagi isi dunia. Kita pun turut mengaminkan doa itu di dalam hati kita. Perlu ditekankan di sini, khotbah bukanlah inti dari ibadah minggu kita. Keseluruhan acara itu, yaitu perjumpaan dengan Allah adalah arti dari ibadah minggu HKBP.

14. JEMAAT MENYANYI

Setelah kita mendengar khotbah, yang isinya adalah isi hati Tuhan untuk dilaksanakan pada minggu ini, maka kita pun memberi respons dengan memberi
persembahan. Kembali kita (di HKBP Bonang Indah) mengumpulkan persembahan Kolekte 2.

Terkadang dalam kebaktian / Ibadah Minggu kita mengumpulkan persembahan ke depan. Harus kita maknai bahwa kita membawa persembahan ke altar (ke hadapan Allah). Oleh karenanya seyogyanya ketika menyerahkan/memasukkan persembahan tersebut ke kotak persembahan, kita berhenti dan menghadap altar, baru kemudian memasukkan tangan kita ke kotak persembahan.

Kondisi yang saya perhatikan banyak di antara jemaat yang berjalan sambil memasukkan persembahan bahkan pandangannya tertuju ke jalannya (orang di depannya / terkesan asal di serahkan).

15. PENUTUP

Acara akan berakhir, maka kita berdiri kembali di hadapan Allah, untuk diutus kembali ke dalam kehidupan sehari-hari. Kita menyerahkan persembahan kita itu lebih dahulu di dalam doa. Yesus membawa persembahan itu ke hadirat Allah melalui doa sang liturgis(pelayan firman). Kita pun mengaminkan doa itu didalam hati. Persembahan itu diterima Allah, lalu kita memberi respons dengan nyanyian : ”Tuhan karunia-Mu”.

Kita bukan hanya mempersembahkan uang kita, tetapi totalitas kehidupan itu dipersembahkan kepada Allah. Sebagai doa penutup kita mendengar doa Bapa kami yang kita responi dengan doxologi “karena Engkau yang punya…. Setelah itu kita diutus pulang dengan berkat, yaitu : Berkat dan perlindungan, perhatian ( saya memahami makna dari Tuhan menghadapkan wajah-Nya ) dalam pengertian perhatian penuh, atensi; dan kasih karunia-Nya. Sinar wajah adalah kemuliaan, pun menyertai kita, sama seperti Musa mendapatkan hal itu di atas gunung Sinai, dan yang terakhir adalah Damai Sejahtera. Syalom Allah. Lalu respons terakhir kita ialah Amen tiga kali. Amen ini bukan hanya mengaminkan berkat tersebut tetapi mengaminkan untuk setiap acara yang telah kita ikuti dari awal hingga akhir.

Jadi jika kita mengikuti acara ibadah minggu kita dalam pengertian seperti diuraikan diatas, tentulah kita akan pulang dengan berkat dari Tuhan kita. Kita pun akan diubahkan menjadi manusia baru di dalam Yesus Kristus.

Catatan akhir :

Pertanyaan timbul di lubuk hati yang paling dalam ! Kapankah HKBP mengajarkan hal itu kepada warga jemaatnya?

Saya pribadi baru mendapatkan ajaran tentang makna Tata Ibadah HKBP ketika kami “Learning”  menjadi sintua di HKBP Bonang Indah dan membaca tulisan amang St. Hotman Ch Siahaan di http://h-k-b-p.blogspot.com/

Bagaimana dengan anggota jemaat kapan mereka mendapatkannya?

Semoga tulisan ini dapat meneguhkan iman kita, dan memampukan kita menghayati keindahan dan keagungan serta makna ibadah kita. Sehingga tidak terlalu gampang untuk mengatakan ibadah HKBP sebagai sesuatu yang monoton! Semoga!

Dirangkum oleh : St. Sampe Sitorus, SE

Melayani di HKBP Ressort Bonang Indah

Referensi :

  • Pelajaran tentang Maragenda oleh Pdt. Johannes Siregar, STh
  • Makna dari Ibadah Minggu di HKBP oleh St. Hotman Ch Siahaan http://h-k-b-p.blogspot.com/

Bertujuan untuk koordinasi pelayanan sekaligus sosialisasi program huria 2011, maka akan dilaksanakan rapat parhalado partohonan dengan parhalado na so martohonan (Pengurus Dewan-dewan, Seksi, Guru Sekolah Minggu, Organis dan Son Leader) pada :

Hari / Tanggal     :  Sabtu 12 Maret 2011

Waktu                     : pukul 16.00 Wib

Tempat                  : Gedung Gereja HKBP Bonang Indah

Postingan ini berupa reminder karena telah di wartakan (tingting) pada hari Minggu 06 Maret 2011 lalu dan undangan tertulis telah di berikan pada hari Rabu 09 Maret 2011(malam).

Kehadiran para peserta rapat tepat pada waktunya sangat kami harapkan untuk menunjang pelayanan kita bersama.

Teriring salam dan doa,

St. Sampe Sitorus

Segala Puji Syukur patut kita panjatkan kepada Allah Tritunggal atas anugerah dan kasih setiaNya yang memampukan panitia pembangunan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan huria melalui Pendeta dan Parhalado sesuai SK yang di berikan kepada panitia (link terlampir).

Surat Keputusan Ketetapan 003 Panitia Pembangunan

7 unit AC 1,5 PK telah terpasang di gereja sejak pertengahan Agustus 2010 dan ditindaklanjuti dengan renovasi rumah huria.

Akhirnya secara resmi renovai rumah huria dianggap telah selesai dan pada hari Selasa 01 Pebruari 2011 Ketua Panitia secara simbolis menyerahkan kunci rumah huria kepada Parhalado dalam hal ini diwakili Pendeta.

Inilah rumah huria yang telah selesai di renovasi tersebut:

Rumah Huria yang telah selesai di renovasi

Tampak depan - Rumah Huria yang telah selesai di renovasi

Tampak dari samping (serong)

Berikut foto suasana Partangiangan Mamasuhi Jabu amang Pdt.  Efendy Manurung, STh.

Tudutudu ni sipanganon - Jambar na niadopan

St. B.T Silalahi, SE manguluhon acara partangiangan

Salah satu upaya mensosialisasikan hasil rapat huria yang telah dilaksanakan pada hari Minggu 30 Januari 2011 yang lalu, maka berikut ini kami posting notulen rapat tersebut. (klik link berikut ini)

Notulen Rapot Huria 30 Jan 2011

Secara resmi hasil rapot huria ini akan di cetak dalam bentuk buku dan di distribusikan kepada setiap Parhalado, Ketua Dewan, Ketua Seksi, Parartaon, Bendahara dan Sekretaris Huria (sebagaimana biasanya).

Sesi sosialisasi akan dilakukan bersamaan dengan partangiangan wijk.

Demikian disampaikan agar segenap ruas mengetahuinya.

St. Sampe Sitorus, SE

Sesuai hasil rapot huria yang dilaksanakan pada hari Minggu 30 Januari 2011 lalu, maka berikut ini adalah (silahkan klik link)

Rencana Anggaran Tahun 2011 HKBP Bonang Indah

Agar program dapat berjalan maka dukungan dan kerjasama aktif dari seluruh ruas dan parhalado (partohonan maupun na so martohonan) sangat diharapkan.

Kiranya Tuhan Yesus Kristus sang Raja Gereja memampukan kita untuk menjalankan program dan anggaran tersebut untuk kemuliaan namaNYA.

St. Sampe Sitorus, SE

(Anggota Team Notulis Rapat Huria).

Beberapa ruas bertanya ke penulis pengertian istilah “Sisuan Bulu”. Karena menurut mereka istilah tersebut mereka dengar ada di beberapa gereja HKBP. Saya berupaya mengklarifikasi di gereja mana istilah tersebut mereka dengar. Namun dijawab diplomatis adalah masa amang tidak pernah dengar?. Memang di gereja kita tidak ada tapi adalah gereja lain.

Agak sulit menjawab hal tersebut, karena hal ini sesuatu yang “rawan” untuk di bahas. Di sisi lain sepanjang yang penulis ketahui, dalam urusan bergereja kuranglah tepat istilah sisuan bulu. Barangkali lebih tepat bila disebut jemaat mula-mula.

Jujur penulis pun penasaran untuk mencari tahu apa definisi si suan bulu. Puji Tuhan, akhirnya kami temukan tulisan yang relevan dengan hal tersebut  di blog-nya amang Pdt. Adven Leonard Nababan, D.Min yakni:

http://haumanarata.wordpress.com/2009/12/09/jabatan-tohonan-sintua-majelis-di-hkbp/

Berikut petikannya (detil silahkan klik link diatas):

Setiap kampung mempunyai pemimpin yang disebut “raja huta”. Raja huta ini adalah orang yang memprakarsai pembukaan ”huta” yang baru dan dia disebut juga sebagai ”sipungka huta” atau ”sisuan bulu”. Gelar ”sisuan bulu” disebut karena setiap kampung baru diawali dengan menanam bambu disekitar kampung sebagai pagar atau benteng kampung. Raja huta ini bukan merupakan penguasa tunggal dan tertinggi tetapi dalam penyelenggaraan kepemimpinan teritorial dan pemerintahan dia bersama dengan sejumlah ”pangitua ni huta” (sesepuh atau pemuka masyarakat) sehingga kepemimpinan huta bersifat kolektif bukan partial. Struktur ini jugalah yang mempengaruhi kehidupan bergereja orang Batak.

Secara tradisional orang Batak sudah mengenal jabatan “pangituai ni huta” yang kemudian mempengaruhi pengertian jabatan “sintua” di dalam gereja. Seorang yang memangku jabatan  “pangituai ni huta” adalah orang yang dianggap mempunyai “sahala” (wibawa, kuasa, kemahiran, kemewahan) dan itu ditentukan jikalau dia sanggup membangun kampung baru, menang berjudi, menang berperang atau berperkara, mahir bersoal jawab. Hal ini mempengaruhi jabatan “parhalado” sebagai sebutan kepada yang menyandang “tohonan”, “sahala” di gereja HKBP. Dalam pengertiannya “parhalado” itu berasal dari kata “halado” yang berarti melayani, mengurusi, menunggui”.

Dalam dasawarsa pertama tugas seorang sintua sangat berat membantu missionaris, tetapi dengan semakin mantapnya kekuasaan-kekuasaan kolonial maka jabatan itu menjadi suatu ”jabatan yang disukai” karena pada umunya diakui sebagai orang-orang terhormat dan dibebaskan dari kewajiban rodi oleh pemerintahan kolonial (bebas pajak). Dan inilah salah satu alasan atau motif terkuat bagi banyak orang Batak mau menjadi sintua. Pada mulanya para penatua jemaat diangkat untuk dua tahun dan dalam perkembangan selanjutnya jabatan penatua menjadi kedudukan seumur hidup.

Semoga copy posting tulisan ini dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Teriring Salam dan Doa

St. Sampe Sitorus, SE

 

Pembukaan oleh Pdt. Efendy Manurung, STh.

Rapat secara resmi dibuka sekitar pukul 13.25 Wib dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh bapak Pdt. Efendy Manurung. Tampak dalam gambar dari kiri ke kanan amang St. M. Sianturi (mewakili Ketua Dewan Koinonia), amang Ir. T.P Sihombing (Ketua Parartaon), amang Pdt. Efendy Manurung,STh, amang St. B.T Silalahi, SE (Ketua Dewan Diakonia).

Pemaparan Program oleh Ketua Dewan Marturia amang Ir. R. Hutahaean

Pemaparan program oleh Ketua Seksi Ama amang H.Sitanggang,SE

Ruas memberi tanggapan atas program yg telah di paparkan

Serius menyimak pemaparan

Sebagian peserta horong ni Parompuon

St. HBN Situmorang,BE, St. DH. Marpaung, St. J. Sigalingging

Tata Ibadah & Warta Jemaat HKBP Bonang Indah

Perumahan Dasana Indah Blok UF6 No 11 Komplek Gereja

021 – 5472873 (Gereja), 021 – 5464791 (Rmh) , HP 0812 6367269, 0857 14793430

Email : hkbpbonangindah@gmail.com

Minggu Patoluhon Dung EPIPHANIAS 30 Januari 2011        05

TOPIK : ULAHON NIDOK NI TUHAN I

“Manang dia dohononna tu hamu, bahen hamu ma” (Johannes 2: 5b)

Majelis HKBP Bonang Indah menyambut dengan sukacita kehadiran saudara /i dalam ibadah ini. Khusus kepada saudara/i yang baru pertama mengikuti ibadah di Gereja ini, kiranya kehadiran saudara/i menambah sukacita ibadah kita.

Mohon handphone tidak diaktifkan selama Ibadah berlangsung.

Tata Ibadah Pukul 06.00 WIB  B.Indonesia Tata Ibadah Pukul 10.00 WIB  B. Batak
01. Bernyanyi KJ.No. 9 : 1 – 3 01. Marende BE No. 28 : 1 – 3
02. Votum – Introitus – Doa (jemaat berdiri) 02 Votum – Introitus – Tangiang
03. Bernyanyi KJ.No. 27 : 1 + 5 03. Marende BE No. 670 : 1
04. Hukum Tuhan, Titah IV dan maksudnya 04. Patik , Patik IV dohot lapatanna
05. Bernyanyi KJ.No.  54 : 2 – 3 05. Koor
06. Pengakuan Dosa/Janji Tuhan (jemaat berdiri) 06. Marende BE No. 470 : 2 – 3
07. Bernyanyi KJ No. 58 : 1 + 4 07. Tangiang Manopoti Dosa/Bagabaga
08. Epistel:  Roma 12 : 9 – 16 08. Koor
09. Bernyanyi KJ No. 139 : 2 – 3 09. Marende BE No. 671 : 3
10. Pengakuan Iman Rasuli        (jemaat berdiri) 10. Epistel: Rom 12 : 9 – 16
11. Warta Jemaat 11. Koor. INA
12. Bernyanyi KJ No. 415 : 1 –  (persembahan Ia + Ib) 12. Marende BE No. 228 : 1 – 2
13. Khotbah: Yohannes 2 :  1 – 12 13. Manghatindanghon Haporseaon
14. Bernyanyi KJ No. 408: 1 –  (persembahan II) 14. Koor. AMA
15. Doa Persembahan  – Berkat 15. Tingting
16. Marende BE No. 225 : 1 – (pelean Ia + Ib)
17. Jamita: Johannes 2 : 1 – 12
18. Marende BE No. 214 : 1 –   (pelean II)
19 .Tangiang Pelean  – Pasupasu

Pelayan / Parhobas

No Petugas 06.00 Wib 10.00 Wib
1 Pengkhotbah  / Parjamita Pdt. Efendy Manurung,STh Pdt.Adian M.Lumbantobing, SmTh
2 Liturgis / Paragenda St. M. Sainturi St. R.D Simamora
3 Warta / Tingting St. B. Nainggolan St. D.H Marpaung
4 Kolektan / Pelean St. S. Sitorus, SE 

CSt. D. br Sipayung

St. T.M Pasaribu 

CSt. S. br Panggabean

5 Organis / Parorgen Herman Simorangkir D.br RajaGukguk
6 Song Leader  / P.Lagu T.P br Sihite K.Sibarani

Warta Jemaat

1. Nama Minggu ini. Kalender liturgi atau tata ibadah gereja menamakan Minggu ini: Minggu III Setelah EPIPHANIAS

2. Rapot Huria. Pada hari ini Minggu 30 Januari 2011 pukul 13.00 Wib, akan dilaksanakan rapot huria bertempat di gereja. Di himbau kepada warga jemaat untuk menghadiri rapot huria tersebut.

3. Pelayan Firman. Pelayan Firman pada Ibadah Minggu Siang pukul 10.00 Wib adalah bapak Pdt. Adian. M. Lumbantobing, SmTh. Beliau adalah Kabid Diakonia Distrik 21 Jakarta 3.

4. Kebaktian Wik: Pada hari Rabu tanggal 9 Pebruari 2011 akan  dilaksanakan pembukaan Partangiangan Wiik bertempat di Gereja HKBP Bonang Indah, partangiangan tersebut masuk pukul 20.00 WIB.Di himbau kepada seluruh warga jemaat untuk menghadiri kebaktian tersebut.

5. Renovasi Rumah Pendeta (Jabu ni Huria). Mengingat kebutuhan dana untuk pelaksanaan renovasi rumah huria, maka melalui warta jemaat ini di himbau kepada warga jemaat yang belum menyetor Iuran Toktok Ripe agar menyetorkannya melalui anggota Seksi Dana masing masing Wijk sebesar Rp. 400.000,-/ kepala keluarga yang dapat dicicil hingga bulan Juli 2011.

6. Laporan Keuangan. Perihal Laporan Keuangan, bapak/ibu, sdr/i dapat membacanya di lembar acara yang telah di sediakan.

KEGIATAN SEPEKAN HKBP BONANG INDAH

Senin 31 Januari  s/d Minggu 06 Februari 2011

Hari Jam Kegiatan Tempat Keterangan
Selasa 20.00 Wib Sermon Majelis (Parhalado) Gereja
Kamis 19.30 Wib Latihan Koor Ina Gereja
Jumat 20.00 Wib Latihan Koor Ama Gereja
Sabtu 19.00 Wib 

19.30 Wib

20.00 Wib

Sermon Guru Sekolah Minggu 

Latihan Organis & Song Leader

Latihan Koor Naposobulung

Gereja 

Gereja

Gereja

GSM
Minggu 06.00 Wib 

07.30 Wib

10.00 Wib

Kebaktian Umum I 

Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Umum II

Gereja 

Gereja

Gereja

B. Indonesia 

B. Indonesia

B. Batak

ULANG TAHUN

Majelis berserta Jemaat HKBP Bonang Indah Ressort Bonang Indah mengucapkan:

SELAMAT ULANG TAHUN DAN PANJANG UMUR

Bagi Warga Jemaat yang lahir pada 24 Januari  s/d 30 Januari

Firman Tuhan untuk dibaca minggu ini (Almanak 2011)

Hari Tgl Renungan Pagi Malam
Senin 31/01 Jesaya 44: 22 Markus 2: 18 – 22 Josua 7: 1 – 26
Selasa 01/02 1 Johannes 17: 15 Markus 3: 1 – 6 Josua 8: 1 – 29
Rabu 02/02 Hesekiel 33: 11 Mateus 19: 3 – 9 Josua 8: 30 – 35
Kamis 03/02 1 Johannes 4: 10 Mateus 5: 17 – 20 Josua 9: 1 – 15
Jumat 04/02 Pangungkapon 3: 19 1 Korint 2: 1 – 5 Josua 9: 16 – 27
Sabtu 06/02 Kolosse 2: 3 Roma 3: 19 – 22 Josua 10: 1 – 15

Rekening Panitia Pembangunan HKBP Bonang Indah

BCA KCP Plaza Merdeka Mas Rek No. 8820342641 a.n Manaksak Siagian

Saldo per 24 Januari 2011 sebesar Rp. 11.770.000,-

(terbilang : Sebelas juta tujuh ratus tujuh puluh ribu rupiah)

Tata Ibadah & Warta Jemaat HKBP Bonang Indah

Perumahan Dasana Indah Blok UF6 No 11 Komplek Gereja

021 – 5472873 (Gereja), 021 – 5464791 (Rmh) , HP 0812 6367269, 0857 14793430

Email : hkbpbonangindah@gmail.com

Minggu Paduahon Dung EPIPHANIAS 23 Januari 2011        04

TOPIK : PASAHAT MA PELEANMU TU DEBATA

“Dirungkari ma arta nasida: Sere, haminjon dohot angka na angur,

parsombanasida tu Ibana.” (Mateus 2:11b)

Majelis HKBP Bonang Indah menyambut dengan sukacita kehadiran saudara /i dalam ibadah ini. Khusus kepada saudara/i yang baru pertama mengikuti ibadah di Gereja ini, kiranya kehadiran saudara/i menambah sukacita ibadah kita.

Mohon handphone tidak diaktifkan selama Ibadah berlangsung.

Tata Ibadah Pukul 06.00 WIB  B.Indonesia Tata Ibadah Pukul 10.00 WIB  B. Batak
01. Bernyanyi KJ.No. 8: 1 – 3 01. Marende BE No. 27 : 1 – 3
02. Votum – Introitus – Doa (jemaat berdiri) 02 Votum – Introitus – Tangiang
03. Bernyanyi KJ.No. 26: 3 – 4 03. Marende BE No. 135 : 1
04. Hukum Tuhan, Titah III dan maksudnya 04. Patik , Patik III dohot lapatanna
05. Bernyanyi KJ.No. 35: 2 + 4 05. Koor
06. Pengakuan Dosa/Janji Tuhan (jemaat berdiri) 06. Marende BE No. 18: 4 – 5
07. Bernyanyi KJ No. 57: 1 – 2 07. Tangiang Manopoti Dosa/Bagabaga
08. Epistel:  Efesus  3 : 2 – 6 08. Koor
09. Bernyanyi KJ No. 143: 1 – 2 09. Marende BE No. 683 : 1 – 2
10. Pengakuan Iman Rasuli        (jemaat berdiri) 10. Epistel: Epesus 3 : 2 – 6
11. Warta Jemaat 11. Koor. INA
12. Bernyanyi KJ No. 424: 1 – (persembahan Ia + Ib) 12. Marende BE No. 205: 1
13. Khotbah: Matius 2 :  1 – 12 13. Manghatindanghon Haporseaon
14. Bernyanyi KJ No. 413: 1 –  (persembahan II) 14. Koor. AMA
15. Doa Persembahan  – Berkat 15. Tingting
16. Marende BE No. 73 : 1 – (pelean Ia + Ib)
17. Jamita: Mateus 2 : 1 – 12
18. Marende BE No. 617 : 1 –   (pelean II)
19 .Tangiang Pelean  – Pasupasu

Pelayan / Parhobas

No Petugas 06.00 Wib 10.00 Wib
1 Pengkhotbah  / Parjamita Pdt. Mei br Napitulu,STh Pdt. Mei br Napitupulu,STh
2 Liturgis / Paragenda St. B. Naibaho St. B.T Silalahi, SE
3 Warta / Tingting St. M. Sianturi St. R.D Simamora
4 Kolektan / Pelean St. B. Nainggolan 

St. S. Sitorus, SE

St. D.H Marpaung 

St. T.M Pasaribu

5 Organis / Parorgen L. Saragih D br. Rajagukguk
6 Song Leader  / P.Lagu N. br Butar-Butar E. Pandiangan

Warta Jemaat

1. Nama Minggu ini. Kalender liturgi atau tata ibadah gereja menamakan Minggu ini: Minggu II Setelah EPIPHANIAS

2. Berita Kelahiran. Pada hari Sabtu 08 Januari 2011 yang lampau, Tuhan telah mengaruniakan seorang putri bagi Keluarga Bapak Gomgom Parsaulian Simamora dan Ibu Bestina br Sinambela, mereka berdomisili Wijk Legok. Bayi dan orang tuanya dalam kondisi sehat.

3. Rapat Resort. Pada hari Minggu 16 Januari 2011 yang lalu Rapat Ressort yang bertempat di gereja kita telah terlaksana dengan baik rapat.

4. Rapat Huria. Pada hari Minggu 30 Januari 2011 yang akan datang, akan dilaksanakan rapat huria bertempat di gereja dan masuk pukul 13.00 Wib. Di himbau kepada warga jemaat untuk menghadiri rapat huria tersebut.

5. Buku ENDE HKBP (Puji Sangap di Jahowa). Bagi warga jemaat yang rindu untuk memiliki Buku Ende HKBP (Puji sangap di Jahowa) dapat membelinya melalui Sintua (Majelis Jemaat). Adapun harganya Rp.50.000,- / buku.

6. Renovasi Rumah Pendeta (Jabu ni Huria). Mengingat kebutuhan dana untuk pelaksanaan renovasi rumah huria, maka melalui warta jemaat ini di himbau kepada warga jemaat yang belum menyetor Iuran Toktok Ripe agar menyetorkannya melalui anggota Seksi Dana masing masing Wijk sebesar Rp. 400.000,-/ kepala keluarga yang dapat dicicil hingga bulan Juli 2011.

8. Laporan Keuangan. Perihal Laporan Keuangan, bapak/ibu, sdr/i dapat membacanya di lembar acara yang telah di sediakan.

KEGIATAN SEPEKAN HKBP BONANG INDAH

Senin 24 Januari  s/d Minggu 30 Januari 2011

Hari Jam Kegiatan Tempat Keterangan
Selasa 20.00 Wib Sermon Majelis (Parhalado) Gereja
Kamis 19.30 Wib Latihan Koor Ina Gereja
Jumat 20.00 Wib Latihan Koor Ama Gereja
Sabtu 19.00 Wib 

19.30 Wib

20.00 Wib

Sermon Guru Sekolah Minggu 

Latihan Organis & Song Leader

Latihan Koor Naposobulung

Gereja 

Gereja

Gereja

GSM
Minggu 06.00 Wib 

07.30 Wib

10.00 Wib

Kebaktian Umum I 

Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Umum II

Gereja 

Gereja

Gereja

B. Indonesia 

B. Indonesia

B. Batak

ULANG TAHUN

Majelis berserta Jemaat HKBP Bonang Indah Ressort Bonang Indah mengucapkan:

SELAMAT ULANG TAHUN DAN PANJANG UMUR

Bagi Warga Jemaat yang lahir pada 17 Januari  s/d 23 Januari

Rekening Panitia Pembangunan HKBP Bonang Indah

BCA KCP Plaza Merdeka Mas Rek No. 8820342641 a.n Manaksak Siagian

Saldo per 21 Januari 2011 sebesar Rp. 7.270.000,-

(terbilang : Tujuh juta dua ratus tujuh puluh ribu rupiah)

Firman Tuhan untuk dibaca minggu ini (Almanak 2011)

Hari Tgl Renungan Pagi Malam
Senin 24/01 Psalman 34 : 6 Josua 3 : 5 – 11 Johannes 3 : 22 – 30
Selasa 25/01 1 Johannes 3 : 17 Markus 1 : 1 – 8 Johannes 3 : 31 – 36
Rabu 26/01 Hesekiel 34 : 22a Roma 8 : 4 – 17 Josua  1 : 1 – 18
Kamis 27/01 1 Korintus 15 : 20 Mateus 4: 12 – 17 Josua 2 : 1 – 24
Jumat 28/01 Galatia 5 : 1 1 Korintus 1 : 26 – 31 Josua 3 : 1 – 17
Sabtu 29/01 Pangungkapon 1:5 – 6 Lukas 10 : 21 – 24 Josua 6 : 1 – 23

Tata Ibadah & Warta Jemaat HKBP Bonang Indah

Perumahan Dasana Indah Blok UF6 No 11 Komplek Gereja

021 – 5472873 (Gereja), 021 – 5464791 (Rmh) , HP 0812 6367269, 0857 14793430

Email : hkbpbonangindah@gmail.com

Minggu Parjolo dung EPIPHANIAS 16 Januari 2011        03

TOPIK : IDAONTA DO DEBATA

“Laos ninna ma: Na tutu situtu do na Hudok on tu hamu: Idaonmuna do mungkap banuaginjang jala manaek mijur angka surusuruan ni Debata tumopot

Anak ni jolma i” (Johannes 1: 51)

Majelis HKBP Bonang Indah menyambut dengan sukacita kehadiran saudara /i dalamibadah ini. Khusus kepada saudara/i yang baru pertama mengikuti ibadah di Gereja ini, kiranya kehadiran saudara/i menambahsukacita ibadah kita.

Mohon handphone tidak diaktifkan selama Ibadah berlangsung.

Tata Ibadah Pukul 06.00 WIB  B.Indonesia

Tata Ibadah Pukul 10.00 WIB  B. Batak

01. Bernyanyi KJ.No. 5: 1 – 3

01. Marende BE No. 205: 1 – 3

02. Votum – Introitus – Doa (jemaat berdiri)

02 Votum – Introitus – Tangiang

03. Bernyanyi KJ.No. 19: 1 + 5

03. Marende BE No. 31: 4

04. Hukum Tuhan, Titah II dan maksudnya

04. Patik , Patik II dohot lapatanna

05. Bernyanyi KJ.No. 33: 5 – 6

05. Koor

06. Pengakuan Dosa/Janji Tuhan (jemaat berdiri)

06. Marende BE No. 128: 4 – 5

07. Bernyanyi KJ No. 40: 2 + 5

07. Tangiang Manopoti Dosa/Bagabaga

08. Epistel:  1 Yohannes 5: 11 – 13

08. Koor

09. Bernyanyi KJ No. 140: 1 + 6

09. Marende BE No. 723: 1

10. Pengakuan Iman Rasuli        (jemaat berdiri)

10. Epistel:  1 Johannes 5: 11 – 13

11. Warta Jemaat

11. Koor. INA

12. Bernyanyi KJ No. 425: 1 – (persembahan Ia + Ib)

12. Marende BE No. 149: 1 – 2

13. Khotbah: Yohannes 1:  43 – 51

13. Manghatindanghon Haporseaon

14. Bernyanyi KJ No. 426: 1 –  (persembahan II)

14. Koor. AMA

15. Doa Persembahan  – Berkat

15. Tingting

16. Marende BE No. 475: 1 – (pelean Ia + Ib)

17. Jamita: Johannes 1: 43 – 51

18. Marende BE No. 238: 1 –   (pelean II)

19 .Tangiang Pelean  – Pasupasu

Pelayan / Parhobas

No

Petugas

06.00 Wib

10.00 Wib

1

Pengkhotbah  / Parjamita

Pdt. Efendy Manurung,STh

Pdt. Efendy Manurung,STh

2

Liturgis / Paragenda

St. J. Sigalingging

St. J. Sinambela

3

Warta / Tingting

St. B. Naibaho

St. B.T Silalahi, SE

4

Kolektan / Pelean

St. M. Sianturi

St. B. Nainggolan

St. R.D Simamora

St. D.H Marpaung

5

Organis / Parorgen

W. Simbolon

Intan br. Simorangkir

6

Song Leader  / P.Lagu

K. Sibarani

T.P br Sihite

Warta Jemaat

1. Nama Minggu ini. Kalender liturgi atau tata ibadah gereja menamakan Minggu ini: Minggu I Setelah EPIPHANIAS – HAPAPATAR.

2. Liturgi / Tata Ibadah. Merujuk kepada Liturgi / Tata Ibadah yang telah di sepakati pada Rapat Pendeta dan Sinode Godang beberapa waktu yang lampau, maka terhitung mulai Minggu 09 Januari 2011 yang lalu, setelah doa pengakuan dosa organis akan melantunkan instrumentalia dan jemaat berdoa secara pribadi. Setelah instrumentalia berakhir maka Liturgis/Paragenda melanjutkan dengan Janji Tuhan akan pengampunan dosa (Bagabaga ni Debata taringot tu hasesaan ni dosa). Demikian untuk selanjutnya akan berjalan pada setiap Ibadah Minggu.

3. Rapat Ressort. Pada hari ini Minggu 16 Januari 2011 pukul 13.00 Wib bertempat di gereja kita HBKBP Bonang Indah akan dilaksanakan Rapat Ressort. Kepada peserta rapat di minta hadir tepat waktu.

4. Katekisasi / Parguru Malua. Sehubungan dengan pelaksanaan Rapat Ressort, maka kelas Katekisasi/Parguru malua hari ini DILIBURKAN.

5. Perayaan Natal 2010 dan Ibadah Tahun Baru 2011. Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Bapa melalui Putranya yang tunggal Tuhan kita Jesus Kristus, perayaan natal 2010 di gerja kita telah berlangsung sebanyak 7 kali ibadah dan 1 kali Ibadah Syukur Tahun Baru seluruhnya berjalan dengan damai dan suka cita. Adapun total biaya pelaksanaan seluruh kegiatan tersebut sebesar Rp. 53.065.775,- terdiri atas 2 kelompok yakni Biaya Pelaksanaan Natal Rp. 31.015.775,- dan Biaya Sipalas Roha Rp. 22.050.000,-

6. Buku ENDE HKBP (Puji Sangap di Jahowa) Bagi warga jemaat yang rindu untuk memiliki Buku ENDE HKBP (Puji Sangap di Jahowa) dapat membelinya melalui Sintua (Majelis Jemat). Adapun harganya Rp. 50.000,- / buku.

7. Renovasi Rumah Pendeta (Jabu ni Huria). Seiring dengan berlangsungnya renovasi rumah huria, maka melalui warta jemaat ini di himbau kepada warga jemaat yang belum menyetor Iuran Toktok Ripe agar menyetorkannya melalui anggota Seksi Dana masing masing Wijk sebesar Rp. 400.000,-/ kepala keluarga yang dapat dicicil hingga bulan Juli 2011.

8. Laporan Keuangan. Perihal Laporan Keuangan, bapak/ibu, sdr/i dapat membacanya di lembar acara yang telah di sediakan.

KEGIATAN SEPEKAN HKBP BONANG INDAH

Senin 10 Januari  s/d Minggu 16 Januari 2011

Hari

Jam

Kegiatan

Tempat

Keterangan

Selasa

20.00 Wib

Sermon Majelis (Parhalado)

Gereja

Kamis

19.30 Wib

Latihan Koor Ina

Gereja

Jumat

20.00 Wib

Latihan Koor Ama

Gereja

Sabtu

19.00 Wib

19.30 Wib

20.00 Wib

Sermon Guru Sekolah Minggu

Latihan Organis & Song Leader

Latihan Koor Naposobulung

Gereja

Gereja

Gereja

GSM

Minggu

06.00 Wib

07.30 Wib

10.00 Wib

Kebaktian Umum I

Kebaktian Sekolah Minggu

Kebaktian Umum II

Gereja

Gereja

Gereja

B. Indonesia

B. Indonesia

B. Batak

ULANG TAHUN

Majelis berserta Jemaat HKBP Bonang Indah Ressort Bonang Indah mengucapkan:

SELAMAT ULANG TAHUN DAN PANJANG UMUR

Bagi Warga Jemaat yang lahir pada 10 Januari  s/d 16 Januari

Rekening Panitia Pembangunan HKBP Bonang Indah

BCA KCP Plaza Merdeka Mas Rek No. 8820342641 a.n Manaksak Siagian

Saldo per 14 Januari 20110 sebesar Rp. 270.000,-

(terbilang : Dua ratus tujuh puluh ribu rupiah)

Firman Tuhan untuk dibaca minggu ini (Almanak 2011)

Hari

Tgl

Renungan

Pagi

Malam

Senin

17/01

5 Musa 16:20

Filipi 4: 10 – 20

Johannes 1: 35 – 42

Selasa

18/01

1 Johannes 1: 3

Mateus 2: 1 – 12

Johannes 1: 43 – 51

Rabu

19/01

Heber 13 : 14

Ulaon ni Apostel: 11: 1 – 18

Johannes 2: 1 – 12

Kamis

20/01

Roma 12: 11

4 Musa 24: 15 – 19

Johannes 2: 13 – 25

Jumat

21/01

1 Johannes 1: 9

Kolose 1: 24 – 27

Johannes 3: 1 – 13

Sabtu

22/01

Joel 2: 21

Sakaria 8: 2 – 23

Johannes 3: 14 – 21

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.